Satu item di tiap kelompok tidak cocok. Tugasmu menemukannya, cepat, sebelum ronde berikutnya datang dan kamu terus terlihat sibuk.
Teka-teki mencari yang beda menguji jenis penalaran persepsi tertentu: mencocokkan pola dengan cepat terhadap suatu kategori, lalu menandai apa pun yang melanggarnya. Jenis tugas ini muncul terus dalam tes kognitif sungguhan, dari tes IQ awal sampai baterai tes perhatian dan kecepatan pemrosesan modern. Ini keterampilan yang sedikit berbeda dari memori atau aritmetika: tidak ada rumus, hanya perbandingan cepat dan kemauan mempercayai kesan pertama alih-alih meragukannya terus. Sepuluh ronde, dinilai dari kecepatan dan ketepatan, menghargai persis naluri itu. Soal-soalnya dibuat untuk orang Indonesia: kota, pulau, makanan, aplikasi, dan sejarah yang kamu kenal.
Tiap ronde menampilkan satu kelompok kecil item. Pilih yang tidak cocok dengan lainnya. Ada sepuluh ronde, dan kamu punya sepuluh detik tiap ronde.
Sampai 1.000 poin dalam sepuluh ronde, dan jawaban benar yang lebih cepat bernilai lebih banyak.
Ini pengenalan pola yang menyamar jadi game, jadi paling mudah dibela kalau ada yang bertanya kamu sedang apa.
Kebanyakan ronde punya satu yang jelas beda, tapi beberapa sengaja dibuat supaya kamu meragukan diri sendiri.
Tidak. Kamu harus memilih jawaban sebelum lanjut, atau waktu sepuluh detik habis.
Jawaban benar bernilai sampai 100 poin tergantung berapa banyak dari 10 detik yang masih tersisa, dan tidak pernah kurang dari 10. Jawaban salah dan waktu habis bernilai nol.
Sepuluh, masing-masing dengan pengatur waktu 10 detik. Makin ke belakang makin susah.
Teliti, dalam batas wajar. Jawaban benar yang lambat tetap bernilai minimal 10, sedangkan jawaban cepat yang salah tidak bernilai apa-apa.
Cari yang Beda
10 soal. Tiga item punya kategori yang sama, temukan yang tidak cocok. Jawab lebih cepat untuk poin lebih banyak. Makin lama makin sulit.