Kalkulator Titik Impas (BEP)
Isi biaya tetap, biaya variabel per unit, dan harga jual. Alat ini menunjukkan berapa unit atau proyek yang harus terjual untuk menutup biaya dan mulai untung.
Sewa, internet, aplikasi, gaji karyawan, asuransi: biaya yang tetap sama berapa pun yang kamu jual.
Bahan, kemasan, ongkir, dan biaya admin marketplace atau pembayaran untuk tiap penjualan.
unit untuk balik modal per tahun (pendapatan Rp 51.428.571)
Laba pada berbagai volume
Aku mau tahu berapa produk yang harus kujual sebelum aku mulai untung.
Tiap produk kujual seharga Rp 150.000, dan biayanya Rp 45.000 untuk membuat dan mengirimnya. Jadi tersisa Rp 105.000 per penjualan.
Tapi aku juga punya biaya tetap, seperti sewa dan langganan aplikasi, yang totalnya Rp 3.000.000 per bulan. Itu Rp 36.000.000 setahun.
Jadi, berapa produk yang harus kujual supaya balik modal?
Kubagi Rp 36.000.000 dengan Rp 105.000 dan hasilnya 343 penjualan setahun, atau sekitar 29 sebulan. Itu kira-kira 7 penjualan seminggu.
Sebelum sampai titik itu, aku baru menutup biaya, belum untung.
Gimana kalau kujual dua kali lipat, yaitu 686 produk setahun? Setelah menutup biaya, labaku sekitar Rp 36.030.000 per tahun.
Kedengarannya bisa dicapai, asal permintaan produkku cukup.
Apakah alat ini berguna?
Sekali klik, tanpa daftar.
Titik impas (break-even point, BEP) adalah jumlah unit yang harus kamu jual sampai pendapatanmu menutup semua biaya. Setiap unit setelah itu menjadi laba.
Cara menghitungnya
- Biaya tetap per bulan dikali 12 dulu jadi biaya setahun.
- Margin tiap penjualan adalah harga jual dikurangi biaya membuat atau mengirim satu unit.
- Titik impasmu adalah biaya tetap setahun dibagi margin itu, dibulatkan ke atas ke satu unit penuh.
- Pendapatan yang kamu butuhkan adalah unit titik impas dikali harga jual.
Dengan biaya tetap Rp 42.000.000 setahun, harga jual Rp 150.000, dan biaya Rp 45.000 per penjualan, marginnya Rp 105.000. Kamu perlu menjual 400 untuk balik modal, yaitu Rp 60.000.000 pendapatan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Melewatkan satu biaya tetap. Sewa, aplikasi, asuransi, dan gajimu sendiri semuanya dihitung.
- Mengira penjualan akan sebanyak harapanmu. Hitung juga kalau hanya laku separuhnya.
- Lupa diskon, voucher, dan retur, yang membuat harga sebenarnya lebih rendah dari harga di etalase.
- Lupa potongan marketplace dan biaya admin pembayaran. Itu biaya variabel yang ikut naik tiap kali ada penjualan.
- Menganggap titik impas sebagai laba. Itu titik saat kamu berhenti merugi.
Pertanyaan
Apa yang dihitung sebagai biaya tetap?
Biaya yang tidak berubah dengan jumlah yang kamu jual: sewa, gaji karyawan tetap, langganan aplikasi, asuransi, keanggotaan profesi. Kalau kamu membayarnya baik menjual satu unit atau seribu, itu biaya tetap.
Apa yang dihitung sebagai biaya variabel?
Biaya yang ikut naik dengan jumlah yang kamu jual: bahan, kemasan, ongkir, biaya admin marketplace atau pembayaran, upah borongan per pekerjaan. Kalau naik setiap kali ada penjualan, itu biaya variabel.
Apakah ini sama dengan proyeksi laba rugi?
Bukan. Alat ini menunjukkan titik impas dan proyeksi laba sederhana pada kelipatan volume tertentu. Laporan laba rugi lengkap memasukkan pajak, penyusutan, dan biaya overhead variabel. Ini alat cek cepat, bukan model keuangan.
Bagaimana kalau tidak ada hasil?
Alat ini butuh harga jual yang lebih tinggi dari biaya per penjualan. Kalau sama atau lebih rendah, kamu tidak pernah untung cukup dari tiap penjualan untuk menutup biaya tetap, jadi titik impas tidak ada. Naikkan harga atau turunkan biayanya.
Apa arti tabel kelipatan 1x, 1,5x, 2x, dan 3x?
Itu laba kalau kamu menjual sebanyak kelipatan itu dari titik impasmu. Tabelnya membantu melihat seberapa cepat laba tumbuh setelah melewati titik impas.
Resminya: pemodelan keuangan. Tidak resminya: ini.