JustResearching / Alat / Uang & Gaji / Kalkulator Tarif Harian Freelance

Kalkulator Tarif Harian Freelance

Isi target pendapatan bulananmu dan alat ini menghitung tarif harian yang perlu kamu tagih, termasuk libur dan waktu yang tidak bisa ditagih.

Rp

Pendapatan kotor yang kamu inginkan, sebelum pajak.

2052

52 dikurangi libur nasional, cuti, hari sakit, dan masa tanpa proyek. 46 adalah angka awal yang wajar.

17

Hari yang benar-benar kamu tagihkan ke klien. Sisakan 1 hari untuk administrasi dan mencari klien.

412
Rp 978.261

tarif harian yang dibutuhkan untuk mencapai Rp 15.000.000 per bulan

Rp 122.283per jam
Rp 3.461.538setara per minggu
Rp 15.000.000setara per bulan
184hari ditagih/tahun
Case study

Oke, kalau aku mulai freelance, berapa yang harus kutagih per hari? Aku ingin dapat Rp 15.000.000 sebulan, sebelum pajak.

Aku nggak akan kerja tiap minggu atau menagih tiap hari, jadi anggap saja 46 minggu setahun, 4 hari seminggu yang bisa kutagih, dan 8 jam sehari. 46 kali 4 itu 184 hari yang bisa ditagih, atau 1.472 jam.

Rp 15.000.000 sebulan berarti Rp 180.000.000 setahun. Dibagi 184 hari, itu sekitar Rp 978.261 per hari, atau Rp 122.283 per jam.

Gimana kalau aku cuma dapat 3 hari yang bisa ditagih seminggu? Maka aku butuh Rp 1.304.348 per hari untuk mencapai angka yang sama.

Dan kalau tadi aku langsung membaginya dengan 260 hari kerja, aku akan bilang Rp 692.308 per hari dan akhirnya kurang.

Apakah alat ini berguna?

Sekali klik, tanpa daftar.

Kalau bekerja sendiri, kamu hanya dibayar di hari yang bisa ditagih, dan tidak ada yang membayar libur atau hari sakit. Cuti berbayar, THR, dan iuran BPJS yang biasanya ditanggung perusahaan untuk karyawan, di sini jadi urusanmu sendiri. Isi pendapatan yang kamu inginkan dan alat ini menghitung tarif harian yang perlu kamu tagih.

Cara menghitungnya

  • Pendapatan bulanan yang kamu isi dikali 12 untuk jadi pendapatan setahun.
  • Hari yang bisa ditagih adalah minggu kerja dikali hari per minggu yang bisa kamu tagih.
  • Tarif harian adalah pendapatan setahun dibagi hari yang bisa ditagih. Tarif per jam adalah pendapatan itu dibagi hari yang bisa ditagih dikali jam per hari.

Untuk mendapat Rp 15.000.000 sebulan (Rp 180.000.000 setahun) dalam 46 minggu dengan 4 hari yang bisa ditagih seminggu, kamu punya 184 hari yang bisa ditagih. Tarif hariannya Rp 978.261. Dengan 8 jam sehari, itu Rp 122.283 per jam.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menagih sebesar yang dibayar perusahaan ke karyawan per hari. Karyawan biasanya dapat cuti berbayar, THR, dan iuran BPJS dari perusahaan. Kamu menanggung semuanya sendiri.
  • Menghitung setiap hari kerja sebagai hari yang bisa ditagih. Mencari klien, menagih, dan administrasi memakan waktu yang tidak dibayar siapa pun.
  • Lupa memasukkan pajak dan biaya usaha ke dalam target.
  • Memberi tarif harian untuk pekerjaan yang ruang lingkupnya belum jelas, sehingga harinya diam-diam bertambah.

Pertanyaan

Kenapa 46 jadi angka awal minggu kerja?

52 minggu dikurangi sekitar 4 minggu libur dan cuti, 1 minggu libur nasional dan cuti bersama, dan 1 minggu sakit. Angkanya berbeda untuk tiap orang. Sesuaikan dengan minggu yang benar-benar bisa kamu kerjakan.

Kenapa 4 jadi angka awal hari yang bisa ditagih per minggu?

Satu hari seminggu untuk administrasi, menagih, mencari klien, dan mengembangkan usaha adalah patokan yang umum. Turunkan kalau kamu bekerja lewat agensi yang mengurus itu, naikkan kalau kamu sangat efisien.

Ini pendapatan kotor atau bersih?

Kotor, sebelum pajak. Untuk menetapkan tarif yang menutup pendapatan yang ingin kamu bawa pulang, naikkan targetnya sesuai perkiraan pajakmu sebelum mengisinya di sini.

Kenapa tidak dibagi 365 saja?

Karena kamu tidak bisa menagih tiap hari. Akhir pekan, libur, hari sakit, dan waktu untuk mencari pekerjaan serta administrasi tidak dibayar, jadi tarif harian harus menutupnya.

Bisakah ini dipakai untuk mengecek penawaran?

Bisa. Isi pendapatan yang kamu mau dan bandingkan tarif harian dengan yang kamu tawarkan. Kalau tarifmu lebih rendah, kamu butuh lebih banyak hari yang bisa ditagih untuk mencapai pendapatan yang sama.