JustResearching / Alat / Riset & Sejarah / Generator Daftar Pustaka

Generator Daftar Pustaka

Pilih jenis sumber, isi datanya, dan dapatkan sitasi APA atau MLA yang siap ditempel ke daftar pustakamu.

Kalau penulis hanya punya satu nama (misalnya Soekarno atau Pramoedya), isi di kotak nama belakang saja.

Dianjurkan di APA kalau tidak ada tanggal terbit, dan wajib di MLA

Sitasi APA 7th

(t.t.).

Menyalin mempertahankan huruf miring saat ditempel ke Word atau Google Docs.

Apakah alat ini berguna?

Sekali klik, tanpa daftar.

Sitasi baru berguna kalau memuat cukup informasi agar orang lain bisa menemukan sumber yang sama.

APA banyak dipakai di psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial, sedangkan MLA lazim di humaniora. Keduanya punya aturan sendiri soal apa ditaruh di mana, apa yang dimiringkan, dan urutan bagiannya. Alat ini menata isiannya sesuai aturan itu supaya kamu bisa fokus mencari sumber yang bagus, bukan menghafal tanda baca. Ada juga jenis sumber skripsi, tesis, dan disertasi, karena itu sumber yang paling sering dikutip mahasiswa di Indonesia. Kalau kampus atau jurnalmu punya pedoman sendiri (sering disebut gaya selingkung), ikuti pedoman itu.

Cara kami membuatnya

Pilih jenis sumber dan isi kolomnya. Alat ini memasukkan datamu ke tata letak APA atau MLA untuk jenis sumber itu: situs web, buku, artikel jurnal, skripsi, video YouTube, koran, atau dokumen pemerintah. Tidak ada yang dicari otomatis dan tidak ada yang dikirim ke mana pun, jadi sitasinya hanya seakurat yang kamu ketik. Tanpa tahun terbit, tertulis (t.t.), dan halaman ditulis dengan "hlm.".

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memasukkan nama penulis yang hanya punya satu nama (misalnya Soekarno) di kotak nama depan. Isi di kotak nama belakang saja supaya tidak disingkat jadi inisial.
  • Mengetik tanggal atau bulan dalam huruf. Isi bulan dengan angka (3 untuk Maret), nanti ditulis lengkap otomatis.
  • Menyalin sitasi yang dihasilkan tanpa mengecek judul, tahun, dan URL dengan sumber aslinya.
  • Mencampur dua gaya dalam satu daftar pustaka. Pilih APA atau MLA, lalu pakai yang sama untuk semua sumber.
  • Lupa memasukkan DOI untuk artikel jurnal yang punya DOI.

Pertanyaan

Aku harus pakai gaya yang mana?

Ikuti pedoman kampus, dosen, atau jurnal tujuanmu. APA edisi ke-7 umum di psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial. MLA edisi ke-9 umum di bahasa, sastra, dan humaniora. Kalau ragu, tanyakan ke dosen pembimbing.

Apakah selalu perlu DOI?

Di APA, cantumkan DOI kapan pun ada, bahkan untuk sumber cetak. Di MLA, cantumkan DOI atau URL untuk sumber yang kamu akses daring. DOI lebih stabil daripada URL, jadi dipilih kalau keduanya ada.

Kenapa hasilnya ada huruf miring?

Judul karya yang lebih besar (buku, jurnal, situs web) dimiringkan di APA maupun MLA. Tombol Salin menyalin teks berformat, jadi huruf miringnya ikut saat ditempel ke Word atau Google Docs. Kalau ditempel ke kolom teks biasa, hasilnya teks polos.

Bagaimana kalau sumberku tidak ada di daftar?

Pakai jenis yang paling dekat. Podcast mirip video YouTube. Bab dalam buku suntingan mengikuti format buku dengan tambahan nama editor. Pedoman resmi APA dan MLA membahas kasus lainnya.

Bagaimana menulis penulis yang hanya punya satu nama?

Isi nama itu di kotak nama belakang dan biarkan nama depan kosong. Dengan begitu namanya ditulis utuh, tidak dipotong jadi inisial.

Bagaimana kalau tahun terbitnya tidak ada?

Kosongkan kolom tahun. Di APA hasilnya memakai (t.t.), singkatan dari "tanpa tahun". Untuk situs web, isi tanggal diakses supaya pembaca tahu kapan kamu membukanya.

Catatan

Alat ini memakai aturan APA dan MLA dengan istilah Indonesia, seperti (t.t.) dan hlm. Pedoman kampus atau jurnal bisa berbeda. Cek hasilnya terhadap pedoman yang kamu diminta pakai sebelum mengumpulkan.

Daftar pustaka beres. Riset dilanjutkan.